Prodi Teknik Industri - UNTAG Surabaya mengadakan acara Studium General

Peluang kerja mahasiswa Teknik Industri adalah menjadi Manager, untuk membekali Mahasiswanya, Teknik Industri Untag Surabaya menggelar Studium General atau Kuliah Tamu yang bertemakan “Strategi Untuk Menjadi Manager yang Mumpuni di Era Persaingan Global”. Kuliah tamu ini diadakan di Meeting Room I pada hari Sabtu 14/7/2018 Jam 8 pagi.

Studium General merupakan matakuliah yang ada didalam SKS dan wajib diambil oleh mahasiswa teknik Industri untuk menambah wawasannya. Narasumber acara ini adalah manager-manager dari PT. Sekarwangi Group Bapak Ir. Sismono dan Jaya Holding Company Bapak Harry Susanto, S.T, M.T. Para narasumber merupakan alumni Teknik Industri Untag Surabaya.

Dalam sambutannya Bapak Ir. Tjahyo Purtomo MM Kaprodi Teknik Industri menjelaskan, sesuai dengan tema, pengalaman-pengalaman yang dialami narasumber akan memberi semangat dan motivasi. “Jika secara teori kalian semua pasti sudah pintar, tetapi pengalaman-pengalaman secara aplikasi perlu kalian pelajari dari Narasumber ini” ungkapnya.

“Jangan pernah berpikir selesai kuliah adalah akhir dari segalanya, tetapi awal dari segalanya. Teknik Industri itu sangat luas, harus memilih bidang yang disukai, dan terus belajar disitu. Kita dapat belajar sendiri selepas kuliah, mengikuti seminar, membaca buku, karena ilmu dikuliah itu tidaklah cukup” kata Bapak Harry selaku narasumber pertama.

Lebih lanjut Beliau menjelaskan, sebagai mahasiswa teknik Industri kita harus berani mengambil resiko tinggi, misalnya mengambil jabatan yang tinggi, karena targetnya adalah top Manager. Jika dibawah terus tidak akan berkembang.

“Jangan pernah takut untuk mencoba, magang di perushaan sebagai pengalaman, jangan memikirkan uang dahulu, karena orang sukses butuh pengalaman. Meskipun kalian S1, jika tidak punya pengalaman kalian akan kalah dengan anak SMA yang punya banyak pengalaman. Ilmulah yang akan membayarmu” tambah Beliau.

Seorang manajer juga harus pandai mengestimasi biaya dan waktu. Tidak harus pandai disemua bidang, tetapi harus tahu prosedur-prosedurnya serta mempunyai visi yang jelas, menjadi Leader, dan motivator yang baik bagi bawahannya.

Narasumber kedua Bapak Sismono menyampaikan kekuatan teknik industri itu sangat banyak karena tidak hanya teknik, ada manajemen, perhitungan keuangan dan ekonomi teknik. Orang teknik Industri akan menonjol saat berada dalam posisi PCC.

“Saat bekerja di perusahaan kita tidak cukup jadi low manajer saja, harus meningkat ke midle manajer terus ke top manajer, perjuangkan karir kita. Lulusan Teknik Industri sangat banyak dibutuhkan, ada 50 orang teman seangkatan saya bekerja di perusahaan minyak ditumur tengah” tegasnya di akhir acara Studium General

Komentar