Teknik Industri Untag Surabaya bersama Prof. Shuo Yan Chou dari Nation Taiwan University of Science and Technology gelar Guest Lecture and Studium Gen

                Industri 4.0 menuntut kita lebih menguasai teknologi karena semua sudah mulai serba otomatis. Tak terkecuali di sektor perindustrian yang berhubungan dengan lulusan mahasiswa teknik industri. Untuk membekali mahasiswanya, Prodi Teknik Industri Untag Surabaya menggelar acara kuliah tamu dan Studium General yang bertemakan “The Implementation of IoT to Optimize Industrial Process in Industry 4.0” hari Senin 17/9/2018.

                Acara yang di gelar di Meeting Room 1 Graha Wiyata Untag Surabaya ini dinarasumberi oleh Prof. Shuo Yan Chou, beliau adalah profesor jurusan teknik industri dari Nation Taiwan University of Science and Technology. Dalam kuliah tamunya Prof Shou menjelaskan perkembangan sejarah industri mulai dari industri 1.0 sampai 4.0, perkembangan IT sangat diperlukan di dunia industri, ini merupakan tantangan sekaligus kesempatan bagi mahasiswa.

“Jika kita membahas industri 4.0 kita tidak terlepas dari IoT (Internet of Things). IoT adalah tentang konektivitas, kita semua di dunia ini terhubung berbeda dengan zaman dahulu. Jika kita berada di luar negeri untuk menghubungi keluarga dirumah pasti membutuhkan biaya yang banyak, tetapi sekarang murah dan hampir gratis berkat adanya internet yang saling terhubung” jelasnya.

                Semua benda yang berhubungan memiliki sensor-sensor yang berfungsi mengambil data dari dunia fisik untuk diolah dalam dunia digital. “Semua mengenai data, bagi perusahaan data sangatlah penting bisa digunakan untuk hal positif dan negatif. Kita membutuhkan tingkat keamanan yang lebih canggih lagi dari sebelumnya. Teknologi blockchain mengamankan data digital supaya tidak bisa dirubah, misalnya untuk keamanan data rekening pada bank” tambahnya.

                Lebih lanjut beliau memberi contoh teknologi-teknologi Iot yang diterapkan pada industri saat ini. Terdapat teknologi yang bernama RFID Medicine dispensing system, RFID dapat menentukan dosis obat secara tepat kepada pasien melalui sensor, tentu saja hal ini membantu para dokter dalam menentukan keputusan. Kemudian HP kita adalah contoh dari IoT, google dapat mendeteksi dimana kita berada, jalan mana yang macet dll.

                Prof. Shuo Yan Chou menekankan bahwa Artificial Intelligence (AI) berkembang sangat pesat. “Dahulu mesin di program untuk menjadi pintar, tetapi sekarang mesin bisa belajar dengan sendirinya. Pekerjaan seperti costumer service, akuntan dan produksi bisa digantikan oleh bot karena mereka minim kesalahan. Pabrik-pabrik menggunakan robot dengan sistem wireless untuk produksi” jelas profesor asal Taiwan tersebut.

                Masih banyak hal yang dapat dilakukan AI, contoh lainnya adalah dapat memprediksi maintenance pada operasional pesawat. AI mengambil data saat pesawat sedang beroperasi. Data tersebut bahkan bisa dijual untuk pengembangan mesin pesawat yang lebih canggih lagi. “Kita harus terus belajar untuk menghadapi industri modern ini, dimulai dari teori dan praktikum-praktikum di kampus. kampus sudah menyediakan fasilitas untuk belajar, tinggal bagaimana kita mengmbangkan ilmu tersebut. Tidak hanya Indonesia saja yang berusaha untuk menuju industri 4.0, semua negara juga masih berproses dan berlomba membuat teknologi yang canggih” terangnya diakhir Studium General.

Komentar