Sudah Saatnya Dilakukan Perombakan Sistem Pendidikan Untuk Meningkatkan Kualitas SDM


Selasa, 03 Januari 2017 - 15:10:49 WIB
Dibaca: 30 kali

Badan Sistem Informasi (BSI) UNTAG Surabaya bekerjasama dengan Google for Indonesia menyelenggarakan pelatihan Google Suite for Education dan didukung oleh Indosat Mega Media (IM2) Indonesia. Pelatihan yang bertempat di Ruang I 107, Gedung Pascasarjana itu berlangsung selama 3 hari (14-16/12/2016) yang diikuti oleh guru perwakilan SMA dari Kabupaten Gresik, SMATAG Surabaya, dan SMPTAG Surabaya.  

Instruktur pelatihan dari Google for Indonesia, Joycelina Fadjar saat dikonfirmasi warta17agustus.com disela-sela pelatihan  mengatakan, pelatihan Google Suite for Education merupakan salah satu program dari Google yang dikhususkan untuk pendidikan. Selama pelatihan guru mendapatkan account dan aplikasi gratis yang bisa dimanfaatkan oleh sekolah, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih mudah.

“Contoh aplikasi yang diberikan adalah Google Classroom, yaitu sebuah aplikasi dimana guru bisa memberikan tugas, pengumuman, pertanyaan, bisa diberi nilai langsung, dan dikembalikan, sehingga siswa tidak akan lupa tugasnya, karena muncul di kalender sekolah, muncul di email, dan orangtua bisa diberikan notifikasi. Semua sistemnya online dan tertata dengan rapi,” jelas Joyce.

Menurut Joyce, guru-guru sekarang sudah mulai terbiasa dengan laptop, komputer, dan internet, sehingga pelatihan Google Suite for Education bisa berjalan dengan lancar, jika dibandingkan tiga tahun yang lalu.

“Selama pelatihan kita membimbing guru bagaimana caranya membuat presentasi yang bisa dijadikan sebagai wadah kerja kelompok, kuis online, kalender untuk guru, dan lain sebagainya. Sekarang ini perubahan ke arah teknologi positif sekali,” tambahnya.

Joyce melihat bahwa sistem pendidikan di Indonesia ketinggalan jauh dengan sistem pendidikan sekolah luar negeri. Menurut dia, sudah saatnya dilakukan perombakan sistem pendidikan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. Sekarang ini SDM yang dinilai tinggi adalah mereka yang mempunyai inovasi dan cara berpikir yang kritis.

“Siswa sekarang bisa dikatakan sebagai generasi digital. Artinya, mereka lahir dan tumbuh dengan teknologi di tangan, jika guru masih menggunakan metode konvensional dalam proses belajar mengajar, jangan kaget jika siswa  tidak tertarik dengan apa yang diajarkan, karena bisa jadi mereka sudah pernah baca atau pelajari melalui digital,” pungkasnya.