STRATEGI PENGEMBANGAN UMKM BERBASIS SWOT, KLASTER INDUSTRI, EKONOMI-INDUSTRI KREATIF, DAN PEREKONOMIAN LOKAL DESA

Penulis:        

Erni Puspanantasari Putri, ST., M.Eng., Ph.D.

Hal : xi + 104 Halaman

Ukuran : (15,5 x 23 cm)

 

Cetakan Pertama @April 2024

                                   

ASBI

978-623-5351-84-1

 

Penerbit

Untag Surabaya Press

(Anggota Ikatan Penerbit Indonesia)

Jl. Semolowaru No. 45 Surabaya

Graha Wiyata Lt. 1

Telp. (031) 5931800 Psw. 208

bumy.untag-sby.ac.id – penerbit@untag-sby.ac.id

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan motor penggerak dan penopang pertumbuhan ekonomi nasional. UMKM dapat menjalankan fungsinya juga sebagai tulang punggung perekonomian nasional dan ujung tombak perputaran perekonomian di Indonesia. Perkembangan UMKM dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Sektor industri ini mempunyai kekuatan yang strategis, dan sangat penting untuk mempercepat pembangunan daerah. Ada empat alasan yang mendasarinya, yaitu: sektor UMKM berkontribusi signifikan pada produk domestik bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, pemerataan kesejahteraan masyarakat, dan mengurangi kesenjangan penghasilan.

Analisis SWOT merupakan teknik untuk menilai empat aspek bisnis, yaitu: kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats). Kekuatan dan kelemahan termasuk pada faktor internal, sedangkan faktor eksternal terdiri dari peluang dan ancaman bisnis UMKM. Faktor-faktor itu mempengaruhi pertumbuhan bisnis UMKM dalam mencapai sasaran dan target bisnisnya. Klaster industri merupakan konsentrasi sejumlah UMKM yang sejenis (sektoral) dan wilayah yang berdekatan (secara geografis). Selain konsentrasi sektoral dan geografis, pemasok, dan hubungan antar anggota klaster, dengan pemangku kepentingan lainnya, juga terdapat keterkaitan dengan industri terkait dan industri pendukung. Keberadaan klaster industri akan memudahkan pelaku UMKM untuk berinteraksi secara langsung dengan pasar, memperoleh manfaat dari teknologi & informasi secara aktif, dan mendapatkan pelatihan peningkatan kualitas SDM.

Ekonomi kreatif merupakan konsep yang mengintensifkan informasi dan kreativitas berdasarkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi utama. Konsep ini akan didukung dengan adanya industri kreatif. Ekonomi kreatif menjadikan kreativitas dan pengetahuan sebagai aset penting dalam menjalankan kegiatan ekonomi. Industri kreatif dapat mempercepat peningkatan perekonomian di daerah. Pembangunan ekonomi desa merupakan suatu proses yang menjadikan perekonomian desa mandiri. Masyarakat desa dapat berkembang dan pemerintah desa dapat menjadi pelayan dan penggerak perekonomian desa.

Materi pembahasan pada buku ini terdiri dari 11 bahasan, yaitu: (i) Peran Strategis UMKM Bagi Pertumbuhan Ekonomi Nasional; (ii) Pengembangan UMKM Sebagai Upaya Pengentasan Kemiskinan; (iii) Strategi Pengembangan Bisnis; (iv) Strategi Pengembangan UMKM Berbasis SWOT; (v) Strategi Pengembangan UMKM Berbasis Klaster Industri; (vi) Strategi Pengembangan UMKM Berbasis Ekonomi Kreatif; (vii) Strategi Pengembangan UMKM Berbasis Ekonomi Lokal Desa; (viii) Studi Kasus Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Industri Kreatif di Kota Surabaya; (ix) Studi Kasus Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Industri Kreatif di Kabupaten Sidoarjo; (x) Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Industri Kreatif di Kabupaten Mojokerto; dan (xi) Peran Pemerintah dalam Mengembangkan Ekonomi dan Industri Kreatif.

 


Untag Surabaya || Fakultas Teknik Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya